Apa yang kamu ketahui terkait kerik badan? Kerik badan adalah salah satu pengobatan tradisional yang populer di Indonesia untuk mengatasi masuk angin dan pegal linu. Teknik ini biasanya meliputi penggosokan permukaan kulit dengan benda tumpul seperti koin untuk merangsang sirkulasi darah dan memberikan sensasi hangat pada tubuh. Biasanya orang-orang melakukan kerik badan untuk mengatasi masuk angin hingga pegal-pegal sampai mual dan pusing, dengan harapan mengembalikan kondisi tubuh yang semula sakit. Kerik badan juga dikenal sebagai kerokan yang biasanya dilakukan dengan mengoleskan minyak atau balsem di area tubuh, umumnya di punggung, sebelum digosok menggunakan benda tumpul dengan gerakan searah. Hasilnya akan meninggalkan guratan kemerahan yang menandakan adanya peningkatan sirkulasi darah.
Manfaat Kerik Badan Untuk Kesehatan Secara Umum
Kerik badan dipercaya dapat meringankan keluhan pegal linu, badan lemas, hingga masuk angin. Secara tradisional, kerik badan biasanya menggunakan gosokan koin atau alat pengerok khusus dengan tepi tumpul. Secara tradisional, kerik badan dipercaya dapat melancarkan aliran darah serta energi yang disebut ‘chi’ dalam mengurangi peradangan yang dipercaya menjadi sumber dari rasa nyeri serta pegal. Sedangkan manfaat secara keseluruhan dari kerik badan antara lain :
1. Meredakan Sakit Kepala
Jika kamu mengalami sakit kepala, kerik badan jadi salah satu alternatif untuk meredakan sakit kepala. Tekniknya diduga dapat melancarkan aliran darah dalam tubuh yang bisa meringankan sakit kepala, terutama saat migrain.
2. Meringankan Sakit Leher
Kerik badan juga bisa mengurangi keluhan nyeri leher yang sudah berlangsung lama, di mana terapi kerik ini bisa meringankan efek nyeri di leher setelah proses penggosokan atau tekanan di area leher yang sakit.
3. Mengurangi Nyeri di Punggung Bawah
Terapi kerik badan juga dipercaya mampu mengurangi sakit punggung bawah yang sudah kronis. Dimana setiap gosokan maupun tekanan yang diberikan mampu meredakan ketegangan otot maupun saraf di area punggung yang sakit dan kamu bisa menjalankan rutinitas seperti biasa.
Efek Samping dari Kerik Badan yang Perlu Kamu Waspadai
Meskipun memiliki manfaat yang cukup untuk bantu memulihkan tubuh, kerik badan juga memiliki risiko yang perlu kamu perhatikan. Meliputi iritasi dan cedera kulit hingga potensi stroke pada area tertentu. Berikut adalah efek samping yang umum terjadi setelah kerik badan :
1. Iritasi dan Cedera Kulit
Adanya gesekan keras dan berulang bisa mengikis lapisan sel kulit terluar sekaligus mengurangi fungsi bagian epidermis kulit, sehingga lebih rentan terhadap kuman.
2. Memar dan Pendarahan Ringan
Tekanan yang kuat pada kapiler darah di bawah kulit bisa menyebabkan pembuluh darah kecil pecah, hingga menimbulkan memar serta bercak merah hingga kebiruan.
3. Infeksi Kulit
Kulit yang terluka bahkan terkikis akibat kerik badan akan jadi pintu masuk bagi kuman, sehingga pastikan alat kerik yang digunakan steril untuk mengurangi risiko infeksi pada kulit.
Hal yang Wajib Dilakukan dan Dihindari Selama Kerik Badan
Agar kerik badan berlangsung aman dan nyaman, yang perlu kamu perhatikan adalah kebersihan dan kenyamanan selama proses kerik. Beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak mengalami risiko dari kerik badan antara lain :
1. Bersihkan Alat yang Akan Digunakan
Karena biasanya kerik badan dilakukan dengan menggunakan koin atau batu gua sha, pastikan bahwa alat untuk kerik sudah dibersihkan dengan sabun dan air mengalir untuk menjaga kebersihan alat sebelum digunakan.
2. Oleskan Minyak/Lotion
Lumuri bagian kulit yang akan dikerik dengan minyak kayu putih, balsem, minyak telon, maupun lotion lainnya. Hal ini bertujuan untuk membuat permukaan kulit jadi lebih licin, memudahkan kerik badan, serta mengurangi risiko iritasi maupun cedera.
3. Kerik Badan dengan Lembut
Pastikan kamu mendapatkan kerik badan dengan gerakan lembut dan perlahan sebelum meningkatkan intensitas kerikannya. Jika mulai kencang dan merasa tidak nyaman, langsung katakan pada terapis atau orang yang melakukan kerik agar bisa mengurangi kekuatan kerikan serta menghindari risiko terjadinya efek samping dari kerikan.
4. Pilih Area yang Tepat
Umumnya kerik badan dilakukan di area punggung, lengan, leher, hingga bahu. Kamu harus menghindari area di atas tulang atau sendi dan pastikan tidak menggosok area leher depan untuk mengurangi risiko dari kerik badan yang bisa saja terjadi.
5. Langsung Mandi Sehabis Kerik Badan
Tujuan dari mandi ini untuk mengurai suhu yang meningkat drastis setelah kerik badan menggunakan lotion panas seperti balsem. Selain itu, ini juga menghindari adanya iritasi setelah kerik meskipun kamu sudah memastikan bahwa alat kerik yang digunakan telah steril.
Coba Treatment Quassa Jika Merasa Tidak Nyaman Kerik Badan
Untuk kamu yang ingin mengatasi masuk angin hingga punggung sakit, coba pertimbangkan treatment quassa di Relaxology. Berbeda dengan kerik badan yang merupakan gosokan searah dan teratur di area punggung, bahu, maupun tangan. Quassa merupakan terapi dengan menggunakan gelas vakum yang menawarkan proses pompa pada bagian kulit punggung untuk menghasilkan gelembung udara di cawan atau gelas vakum, yang dipercaya mampu mengurangi masuk angin hingga memperkuat sistem kekebalan tubuh. Di Relaxology, treatment quassa merupakan salah satu gabungan teknik modern dan tradisional yang dilakukan oleh terapis berpengalaman untuk memberikan hasil yang efektif.
Treatment ini akan dilakukan di dalam ruangan yang nyaman dan menenangkan. Kamu juga bisa menikmati treatment lainnya untuk mengatasi sakit punggung, meningkatkan sistem imun tubuh, maupun pusing dan masuk angin di Relaxology. Mulai treatment kamu di Relaxology terdekat untuk mengembalikan tubuh yang pegal-pegal jadi pulih lagi!
